<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Waroengkita's Weblog</title>
	<atom:link href="http://waroengkita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://waroengkita.wordpress.com</link>
	<description>Langkah awal sebuah perubahan untuk menuju kesempurnaan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Dec 2008 04:11:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='waroengkita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/acd5ca22c5a028afce07e0a76c12a367?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Waroengkita's Weblog</title>
		<link>http://waroengkita.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://waroengkita.wordpress.com/osd.xml" title="Waroengkita&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>SANG LASKAR ALAM</title>
		<link>http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/10/sang-laskar-alam/</link>
		<comments>http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/10/sang-laskar-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 04:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>waroengkita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/10/sang-laskar-alam/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Ar Rahman Ar Rahim
&#8220;Saat ini Pagi 12 Nov 1993, mentari sudah semenjak tapi berteriak diatas kepala sang Rinjani. Selubung kabut nampak enggan beranjak dari tubuh kekar Rinjani.&#8221; 
Aku  hanya berani  menatap  dari salah satu kedua mata ku, sungguh pemandangan sang maha indah namun aku tak berani memandangnya berlama-lama. Kemilau sinarnya bak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=17&subd=waroengkita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Bismillah Ar Rahman Ar Rahim</em></p>
<p><em>&#8220;Saat ini Pagi 12 Nov 1993, mentari sudah semenjak tapi berteriak diatas kepala sang Rinjani. Selubung kabut nampak enggan beranjak dari tubuh kekar Rinjani.&#8221;</em> </p>
<p>Aku  hanya berani  menatap  dari salah satu kedua mata ku, sungguh pemandangan sang maha indah namun aku tak berani memandangnya berlama-lama. Kemilau sinarnya bak murka sang dewata. sesekali aku menunduk menatap rerumputan hijau merambat yg begitu gembira bercengrama dengan sang sinar pagi.</p>
<p>Nampaknya mereka begitu mengharapkan datangnya sang pagi??&#8230;, tak seperti aku yg hanya bisa mengeluh bila sang pagi datang menghampiri.</p>
<p><em>&#8220;Disisi lain tak jauh dari tempat aku berdiam sederetan laskar alam yang lain telah bersiap menyusun barisan bak serdadu yg siap berjuang dimedan laga pertempuran,</em><em>rapi sekali!, pikirku. . &#8220;</em></p>
<p>dengan warna hitam pekatnya nampak rentetan barisan semut itu seperti mengingatkan sesuatu pada diriku,  aku yang selama ini selalu menyebut diriku sebagai seorang laskar alam, yg selalu berteriak dgn lantang berpura-pura bak manusia suci meng-atas-namakan alam hanya untuk kepentingan ku.</p>
<p>Bah!!, bercengkrama dgn alam pun aku tak mampu apalagi berjiwa laskar layaknya sang Laskar sejati pun aku tak bisa!!, mungkin ini sebuah pertanda masih banyak yang harus lebih aku fahami tentang alam &amp; kehidupan.</p>
<p><em>&#8220;Maaf kan aku Sang Laskar&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;catatan perjalanan-Pegunungan Rinjani.&#8221;</em></p>
<p><em>Wassalamu’alaikum Wr Wb</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waroengkita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waroengkita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waroengkita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waroengkita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waroengkita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waroengkita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waroengkita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waroengkita.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waroengkita.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waroengkita.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=17&subd=waroengkita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/10/sang-laskar-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">waroengkita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Khayal Sang Pemimpi</title>
		<link>http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/09/dunia-khayal-sang-pemimpi/</link>
		<comments>http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/09/dunia-khayal-sang-pemimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>waroengkita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan]]></category>
		<category><![CDATA[Khayal]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/09/dunia-khayal-sang-pemimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Ar Rahman Ar Rahim
&#8220;Sering terbayang sebuah keinginan dalam benak setiap diri seseorang seperti halnya yg sering aku alami. Tak khayal sebuah keinginan itu terkadang melekat begitu rupa seperti kotoran yg bau!. tentunya aku harus segera mencucinya dengan bersih agar tidak menyiksa hidung &#38; orang-orang sekeliling ku.&#8221;
Sebegitu kuatkah sebuah keinginan hingga aku harus selalu menentramkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=14&subd=waroengkita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Bismillah Ar Rahman Ar Rahim</em></p>
<p><em>&#8220;Sering terbayang sebuah keinginan dalam benak setiap diri seseorang seperti halnya yg sering aku alami. Tak khayal sebuah keinginan itu terkadang melekat begitu rupa seperti kotoran yg bau!. tentunya aku harus segera mencucinya dengan bersih agar tidak menyiksa hidung &amp; orang-orang sekeliling ku.&#8221;</em></p>
<p>Sebegitu kuatkah sebuah keinginan hingga aku harus selalu menentramkan hati &amp; pikiran ku agar tidak terseret lebih jauh kesegala penjuru tempat yg akan menyusahkan ku kelak. Sadar kan kekuatan sebuah mimpi yang begitu kuatnya mengajak aku untuk membentuk sebuah dunia alam bawah sadar yg kelak akan menjadikan ku seseorang yang berbeda dengan hari ini.</p>
<p><em>&#8220;Aku tak mau!, aku tak mau menjadi seseorang yg aku sendiri tak mengenalnya!, aku hanya mau menjadi seseorang yng benar-benar ku kenal &amp; fahami, itu saja!&#8221;.</em></p>
<p>Berulang-ulang kali kalimat itu aku tujukan pada hati kecil ku, namun tetap selalu berulang-ulang kali juga keinginan itu mengujinya. &#8220;<em>mungkin</em>&#8220;,sebuah kalimat yg paling aku fahami jika aku sulit menemukan sebuah jawaban yg paling akurat atas segala pertayaan yg selalu aku ajukan ke otak ku.</p>
<p>Tetapi sudalah lah!, lambat laun aku pun bisa memahami bahwa &#8220;<em>keinginan adalah sebuah hasil akhir dari sebuah mimpi yg berasal dari sebuah khayalan</em>&#8221; &amp; aku tak boleh mengubah siklus yg sudah diciptakan sedemikian indah oleh sang pencipta. Yang harus aku terus jaga adalah biarkan dunia khayal itu tetap ada pada diri ku agar aku tetap selalu bisa bermimpi.</p>
<p><em>Wassalamu’alaikum Wr Wb</em></p>
<p>Tags: <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/kumpulan">kumpulan</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/sahabat">sahabat</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/waroeng">waroeng</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/rc">rc</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/alam">alam</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/dunia">dunia</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/mimpi">mimpi</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/khayal">khayal</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/terra">terra</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/gemboel">gemboel</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waroengkita.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waroengkita.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waroengkita.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waroengkita.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waroengkita.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waroengkita.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waroengkita.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waroengkita.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waroengkita.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waroengkita.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=14&subd=waroengkita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waroengkita.wordpress.com/2008/12/09/dunia-khayal-sang-pemimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">waroengkita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Ku Sahabat Ku (Bag.1)</title>
		<link>http://waroengkita.wordpress.com/2008/02/22/ibu-ku-sahabat-ku-bag1/</link>
		<comments>http://waroengkita.wordpress.com/2008/02/22/ibu-ku-sahabat-ku-bag1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 18:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>waroengkita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waroengkita.wordpress.com/2008/02/22/ibu-ku-sahabat-ku-bag1/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Ar Rahman Ar Rahim
Tulisan ini ku buat atas Kekaguman ku kepada sosok wanita-wanita tangguh seperti ibu
Hidup dalam lingkungan serba tak berkecukupan bukanlah pekara yang mudah buat ku, semasa kecil yg ku kenal hanyalah seorang ibu &#38; kedua adik ku. Sebagai anak laki-laki tertua aku punya tanggungjawab untuk membantu ibu menjaga juga merawat adik-adik. Sehabis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=13&subd=waroengkita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><i>Bismillah Ar Rahman Ar Rahim</i></p>
<p><i>Tulisan ini ku buat atas Kekaguman ku kepada sosok wanita-wanita tangguh seperti ibu</i></p>
<p><img src="http://waroengkita.files.wordpress.com/2008/02/ralrasyid.jpg?w=224&#038;h=168" alt="ralrasyid" align="left" height="168" width="224" />Hidup dalam lingkungan serba tak berkecukupan bukanlah pekara yang mudah buat ku, semasa kecil yg ku kenal hanyalah seorang ibu &amp; kedua adik ku. Sebagai anak laki-laki tertua aku punya tanggungjawab untuk membantu ibu menjaga juga merawat adik-adik. Sehabis mengerjakan tugas-tugas sekolah biasanya hari-hari ku akan ku habiskan dengan membantu beliau.</p>
<p>Banyak hal yg bisa ku peroleh dari ibu tak kala aku sedang membantunya, bisanya ibu akan bercerita sambil sesekali menyelipkan nasehat dalam setiap ceritanya. Ibu bukanlah orang terpelajar namun dia bisa membuat ku terpaku mendengarkan setiap detil ceritanya. Wah! kalau sudah begini aku sering lupa kalau aku masih mengerjakan sesuatu.</p>
<p>Lebih dari separuh masa umur ku lebih banyak bersama ibu. Entah mengapa aku lebih memilih tinggal dirumah bersama beliau ketimbang bermain dengan anak-anak seumuran ku. Padahal tak jauh dari rumah terdapat sebuah lapangan dimana bisanya anak-anak seumuran ku bermain setiap menjelang sore hari. Terdengar jelas terkadang sorak-sorai mereka, &#8220;mungkin salah satu dari gawang mereka telah berhasil dibobol lawan!&#8221; demikian ibu berucap sambil sesekali melihat ke arah ku.</p>
<p>Biasanya aku hanya mengangkat kedua bahu dengan kepala tetap tertunduk memperhatikan jari-jari tangan ibu yang menguning dan kusam dengan bekas luka-luka sayatan pisau saat mengupas bawang. &#8220;Sini, biar aku yg kupas!&#8221; kata ku mencoba mengalihkan pembicaran ibu, &#8220;Ya sudah, biar ibu siapkan dahulu perapiannya sambil berdiri dengan diiringi tawa kecil ibu.</p>
<p>&#8220;Aku tahu maksud ibu!&#8221;, kata ku menimpali tawanya. Sebagai anak yg begitu dekat dengan beliau aku sangat memahami cara-cara ibu mengajariku bahwa dia ingin aku bergabung dengan anak-anak itu dan bermain seperti layaknya kedua adik-adik ku. Ibu adalah sosok yg santun dalam sikap maupun caranya menyampaikan sesuatu yg menurutnya salah, niat ku baik menurutku karena semua ku lakukan hanya karena ingin berbakti kepada beliau. Bukankah sudah selayaknya beliau bangga punya anak yg mau berbakti kepadanya? pikir ku.</p>
<p>Numun tidak demikian caranya menurut beliau, sering terjadi percakapan panjang kalau kami sudah membicarakan hal ini sampai pada akhirnya beliau hanya mengusap kepala ku dan memandang dalam-dalam wajah ku. Entah apa yg sedang ibu perhatikan buat ku itu sebuah pertanda bahawa aku punya hak untuk berbuat seperti itu sepanjang tidak menjadi beban buat diri ku sendiri.</p>
<p>Satu pelajaran buat ku bahwa perbedaan bukanlah alasan buat kami untuk mengikis nilai-nilai sebuah bersahabatan , buat ibu persahabatan jauh lebih berharga dibandingkan nilai dari ego ke akuanya sebagai orang tua yg sudah seharusnya aku turuti sebagai seorang anak. Ibu adalah orang tua yg ku sayangi sekaligus sahabat yg kuhormati.</p>
<p><i>Bagian kecil dari cerita ku yg akan tetap ku abadikan sepanjang umurku, ibu&#8230;.</i></p>
<p><i>Oleh RC@ — February 23st, 2008</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waroengkita.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waroengkita.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waroengkita.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waroengkita.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waroengkita.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waroengkita.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waroengkita.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waroengkita.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waroengkita.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waroengkita.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waroengkita.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waroengkita.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=13&subd=waroengkita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waroengkita.wordpress.com/2008/02/22/ibu-ku-sahabat-ku-bag1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">waroengkita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://waroengkita.files.wordpress.com/2008/02/ralrasyid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ralrasyid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berawal dari kejenuhan</title>
		<link>http://waroengkita.wordpress.com/2008/02/22/berawal-dari-kejenuhan/</link>
		<comments>http://waroengkita.wordpress.com/2008/02/22/berawal-dari-kejenuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 08:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>waroengkita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan]]></category>
		<category><![CDATA[jenuh]]></category>
		<category><![CDATA[RC@]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waroengkita.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Ar Rahman Ar Rahim


Beberapa saat yg lalu saya menerima sebuah pesan singkat dari seorang sahabat yang meminta saya berkunjung ke sebuah halaman blog yg baru saja dibuat. Walhasil saya akhirnya tiba sebuah halaman blog yg dimaksud. Sederhana dan tdk nampak perubahan yg berarti dari settingan awalnya. Hanya terdapat beberapa sentuhan gambar dengan beberapa rangkaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=10&subd=waroengkita&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry"><i>Bismillah Ar Rahman Ar Rahim</i></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"><img src="http://waroengkita.files.wordpress.com/2008/02/littel-2.gif?w=71&#038;h=94" style="width:71px;height:92px;" alt="Littel" align="left" height="94" width="71" /><b>B</b>eberapa saat yg lalu saya menerima sebuah pesan singkat dari seorang sahabat yang meminta saya berkunjung ke sebuah halaman blog yg baru saja dibuat. Walhasil saya akhirnya tiba sebuah halaman blog yg dimaksud. Sederhana dan tdk nampak perubahan yg berarti dari settingan awalnya. Hanya terdapat beberapa sentuhan gambar dengan beberapa rangkaian cerita yg masih sangat sederhana. Setelah beberapa waktu membolak-balik halaman blog ini, perhatian saya justru tertumpu pada makna sebuah rangkaian kalimat,</div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry" align="center">“<i>bahwa semuanya ini bermula dari kejenuhan!…”</i>.</div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry" align="center"><i>Bagaimana mungkin hal seperti ini justru diawali dengan kondisi yg seperti ini?.</i></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry">Malah sepengetahuan saya, kondisi seperti ini justru membuat segalanya menjadi semakin tak jelas. Tetapi setelah saya renungkan “mungkin” sebuah kalimat yg sebaiknya saya pakai untuk memulai sebuah pendapat, “ada benarnya juga kalimat itu! ” pikir saya. Setiap orang cenderung akan mencoba sesuatu yg lain dari sisi kehidupan sebelumnya agar dia dapat terus bertahan.</div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry">Mungkin ini sebuah jawaban buat saya, mengapa saya tidak memulainya dari sekarang!, justru kejenuhan itu adalah pertanda baik buat saya untuk mencoba sesuatu yg baru agar saya tetap bisa mempertahankan kehidupan sebelumnya bahkan mungkin untuk kehidupan saya dimasa mendatang. Terima-kasih sahabat!.</div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"><i>Wassalamu’alaikum Wr Wb</i></div>
<p><i>Ditulis oleh : RC@</i></p>
<p><i> </i></p>
<div class="entry"></div>
<div class="entry"></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/waroengkita.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/waroengkita.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waroengkita.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waroengkita.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waroengkita.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waroengkita.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waroengkita.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waroengkita.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waroengkita.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waroengkita.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waroengkita.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waroengkita.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waroengkita.wordpress.com&blog=2943648&post=10&subd=waroengkita&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waroengkita.wordpress.com/2008/02/22/berawal-dari-kejenuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">waroengkita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://waroengkita.files.wordpress.com/2008/02/littel-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Littel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>